Selasa, 18 Oktober 2011

Anak Pemalu dan norak, mimpi jadi penyanyi


ANAK PEMALU DAN NORAK, MIMPI JADI PENYANYI


            Pemuda ini lahir di Tupelo, Mississippi, dari keluarga yang status ekonominya sedikit di atas garis kemiskinan.
            Ketika kcil ia dikenal sebagai anak yang mempunyai perilaku baik, akan tetapi sering menjadi korban bully teman-temannya karena dianggap sebagai ‘anak mama’.
            Pada usia 10 tahun ia ikut pentas seni nyanyi, dengan pakain Koboi, naik ke atas kursi dan bernyanyi old shep. Dia menempati urutan ke-5 dan mendapat hadiah US$5
            Di usia 11 tahun ia mendapat gitar pertamanya, sebagai hadiah ulang tahun. Sebenarnya ia sangat ingin punya senapan, tapi orangtua nya tidak mampu membeli dan menggantikannya dengan gitar.
            Tahun berikutnya ua diajari kakaknya teknik dasar bermain gitar.
            Di usia remaja ia mulai suka music. Ketika usianya menginjak 12 tahun ia diberi  kesempatan untuk tampil dalam dua acara.        
            Akan tetapi pada acara pertama ia tidak jadi tampil karena mengalami Stage fright atau demam panggung yang membuatnya tidak berani tampil. Baru di acara lainnya ia akhirnya berani tampil.
            Pada usia 13 tahun karena kesulitan keuangan, orangtuanya membawa membawa ia pindah ke Tennessee, dank arena keuangan tak kunjung membaik mereka pindaj ke perumahan (penampungan) negara khusus untuk orang miskin.
            Di sana remaja selalu beraltih gitar di laundry room yang kosong ketika banyak orang mencuci baju.
            Salah seorang tetangganya bilang, kemana saja pemuda itu pergi, ia selalu membawa gitar.
            Ketika bersekolah di Humes High School, tidak banyak teman yang menyukai penampilannya.
            Selain satu anak mengatakan ia sebagai “anak pemalu yang permainan gitarnya tidak akan memenangkan apapun!”
            Ia juga di olok-olok teman-teman sebagai pemain music trashy(sampah) atau hillbilly(kampungan).
            Tapi ada juga teman-teman yang suka dan memohon padanya untuk bernyanyi, tapi ia terlu malu untuk tampil.
            Di usia 15 tahun, ia mulai bekerja di sebuah teater untuk menambah penghasilan keluarga akan tetapi berhenti karena ibunya takut mengganggu nilai pelajarannya.
            Di usia ini juga mulai membiarkan cambangnya tumbuh  dan mulai berani berpakaian norak ala koboi daerah selatan. Cara berpakainnya saat itu kembali menjadi bahan ejekan dan pelecehan dari teman-temannya.
            Meskipun tidak popular dan pemalu, di usia 17 tahun ia berani tampil di pentas tahunan sekolah dan menang dengan menerima tepuk tangan paling meriah.
            Setelah lulus SMA ia masih dikenal sebagai anak pemalu yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah.
            Ia mulai bekerja sebagai supir truk dan mulai menyisir rambutnya gaya duck tail yang banyak di pakai oleh supir truk dimasa itu., terdiri dari rambut berminyak menumpuk tinggi di bagian atas dan disisir ke belakang pada kedua sisi untuk membentuk punggung bukti atau jahitan di bagian belakang.
            Pada usia 18 tahun ia menyewa studio Sun Records untuk merekam lagu untuk hadiah ulang tahun ibunya.
            Resepsionis studio Marion Keisker bertanya dia bisa lagu apa, pemuda itu dengan percaya diri dia bilang bahwa ia bisa nyanyi lagu apa saja.
            Ketika ditanya suaranya mirip siapa, pemuda itu bilang tidak mirip siapa-siapa. Setelah mendengarnya bernyanyi, resepsionis itu memberi catatan “Good ballad singer, Hold.
            Di usia 19 tahun ua mencoba audisi untuk sebuah home  band restoran, the songfelows, tapi ia kecewa karena ditolak dan dikatakan tidak bisa bernyanyi.
            Suatu hari boss Sun Records,  Sam Phillips mencari penyanyi baru dengan suara khas, dan Marion Keisker, sang resepsionis, teringat supir truk yang merekam suaranya untuk hadiah ulang tahun ibunya.
            Pemuda itu dipanggil dan  di minta menyanyikan lagi yang disiapkan, ternyata tidak bisa menyesuaikan  suaranya.
            Untungnya sang produser tidak langsung mengabaikan potensinya, ia minta pemuda itu bernyanyi lagu apa saja yang ia tahu, dan pemuda itu berhasil membuat kesan baik di mata sang produser, dan mulai diterima reakaman.
            Beberapa bulan kemudian, pemuda itu diperkenankan tampil pada Grand Ole Opry yang merupakan acara konser mingguan music Country Program radio dan disiarkan langsung.
            Ia tampil memalukan, setidaknya itu anggapan manajemen panggung saat itu. Sekalipun penonton bersikap sopan ( meski tidak terlalu suka) terhadap penampilannya yang tidak biasa, tetapi setelah pertunjukan, manager Opry, Jim Denny, dating kepadanya dan menyarankan si pemuda untuk kembali saja menyupir truk di daerah asalnya, dan diminta bersumpah untuk tidak kembali ke Grand Ole Opry. Sebuah penghinaan yang luar biasa utnuk bakat musiknya !
            Sebanyak tiga halaman kita membicarakan tentang seorang anak muda yang sering menjadi olok-olokan dalam pergaulannya dan menjadi pecundang dalam karir musiknya.
            Apakah kita bicara tentang penyanyi gagal?????

            Tidak. Kita justru sedang berbicara tentang masa lalu Elvis Presley.
            Elvis dikenal sebagai raja music pop yang dipuja hingga kini.
            Jutaan manusia masih mencintainya. Setelah meninggal pun Elvis masih menghasilkan uang sekitar US$ 30 juta ( Rp. 300 miliar ) per tahun. Rekaman Elvis telahterjual lebih dari 1 Miliar kopi seluruh dunia dan ia juga telah membintangi 33 film raksasa. Di Amerika Elvis sudah mendapatkan 14 nominasi grammy dan memenangkan 3 grammy award.
            Apa yang membuat Elvis bertahan di dunia music sekalipun sebelumnya mengalami begitu banyak pelecehan?.
            Jawabannya : ia punya IMPIAN, sebagaimana kalimatnya :
when I was a boy, I always saw myself as a hero in comic books and in movies. I grew up believing this dream”
Ketika ku kecil , aku melihat diriku sebagai pahlawan di komik, buku atau film. Aku besar dengan mempercayai impian ini.
HIKMAH:
           Bayangkan, terhadap Superstar Sehebat Elvis orang bisa salah menilai. Ia menjadi bulan-bulanan temannya dan musisi dimasa lalu.
Bagaimana jika Elvis mendengarkan mereka yang mengihinanya, dan memilih mundur?
           Mungkin dunia musik tidak akan sama. Banyak orang yang mengalami hal yang sama dengan Elvis lalu frustasi, tapi Elvis tetap bertahan dan kerkarya hingga menjadi salah satu selebriti dunia yang terbesar.
JSumberJ dari buku “NO EXCUSE!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar