Rabu, 19 Oktober 2011

Pemuda berwajah “Cacad”, ngotot ingin jadi bintang film


            Pemuda ini dilahirkan dari keluarga miskin di New York. Ibunya terpaksa melahirkan dia di tangga pintu sebuah sekolah, akibat proses kelahiran yang tidak lancer, ia menderita kelainan saraf di bagian wajahnya, sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal.
            Ia juga berbicara gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Ia kerap di ejek sebagai tokoh film kartun kucing di Looney Tunes yang kebetulan mirip dengan namanya. Karena kekurangannya, di usia remaja ia dimasukkan ke sekolah bagi anak yang mempunyai kebutuhan khusus.
            Ia mempunyai mimpi untuk jadi actor.
            Untuk mengejar mimpinya menjadi actor terkenal, pemuda ini mengikuti audisi ke mana-mana. Akan tetapi wajahnya yang “seperti orang cacat mental” dan gaya bicara yang gagap, serta acting yang terlhat kaku, membuat ia selalu ditolak untu peran apapun yang diinginkannya.
            Tetapi ia pantang menyerah. Anda akan kaget mengetahui berapa kali ia ditolak oagen di New York. Ia di tolak sebanyak 1500 kali, bahkan jumlah seluruh agen film di New York tidak sebanyak itu. Artinya. Beberapa sudah menolaknya berkali-kali.
            Setelah gagal audisi mengikuti audisi dimana-mana, akhirnya ia nekat.
            Untuk mendapatkan peran utamanya ia terpaksa ngotot. Ia dating ke sebuah agency pukul 04.00 sore tetapi agen film yang didatangi menolak untuk bertemu dengannya. Keesokan paginya sang agen dating ke kantor ia menemukan si pemuda tetap menunggu. Ia menunggu semalaman. Akhirnya agen tersebut tidak tega dan memberinya kesempatan.
            Walaupun ia hanya muncul bebrapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan terobosan baginya. Setidaknya memberi nilai tambah bahwa pernah main film. Ia piker jalannya akan lebih mudah.
            Tapi ternyata karirnya tidak beranjak. Ia menemui  kegagalan demi kegagalanberikutnya untuk mendapatkan peran lain. Ia bahkan pernah mengambil peran dalam sebuah film semi-porno dengan bayaran rendah US$200 untuk 2 hari Shooting. Setelah itupun karirnya tidak beranjak.
            Ia tidak bisa membayar alat pemanas kamar ketika suhu sangat dingin di New York. Ia terpaksa ke perpustakaan membaca, sekedar untuk mendapatkan suhu hangat. Dari buku yang dibacanya di perpustakaan ia akhirnya mendapatkan ide untuk menulis naskah film. Ia berhasil menjual salah satu naskah film senile US$100.
            Hidupnya tak kunjung membaik. Istrinya mulai tidak tahan dengan da hubungannya dengan acting, tapi ia tetap bersikaeras tidak ingin mengubur impiannya di dunia acting. Hidupnya makin sulit, ia terpaksa menjual perhiasan istrinya.
            Pada titik terendah dalam hidupnya ia terpaksa menjual anjing kesayangannya bernama Timmy. Ia berusaha keras selama berbulan-bulan samapai suatu hari sama sekali tidak punya uang. Timmy sangat dekat dengannya, sperti sahabat, dengan terpaksa ia menjual anjingnya dengan harga US$25 untuk bisa menyambung hidupnya, karena sudah betul-betul bangkrut, sampai tidak bisa makan. Saat itu ia menangis.
            Dalam kegalauan ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah menurut ramalan banyak orang akan dapat dirobohkan dlam 3 ronde. Ternyata Webner mempunyai kemantapan dan kekerasan hati. Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali karena tidak mau menyerah.
            Pemuda itu sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskahnya. Malam hari itu juga ia mulai menulis dan menulis selama3 hari tanpa berhenti, hingga naskah filmnya selesai. Ia sangat gembira dengan naskah tersebut, karena dalam pikirannya ia tahu bahwa naskah ceritan tersebut akan menjadi sebuah film yanga akan mengubah hidup dan nasibnya. Tangannya bergetar saat memandangi naskah itu.
            Lalu ia mengajukan tulisannya kepada produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tersebut.
            Tetapi ia tidak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya dan di tolak lebih dari ratusan kali kepada semua produser dan studio film. Samapi suatu hari, ada sebuah studio yang berani membeli naskahnya senile US$20,000 dengan syarat tokoh utamanya dibintangi oleh Ryan O’neal dan Burt Reynolds.
            Ia senang sekali mendapatkan tawaran itu, akan tetapi ngotot ingin tetao membintangi sendiri film tersebut. Lalu ia menawarkan diri untuk bermain Cuma-Cuma. Sang sutradara menolak. Walaupun sesungguhnya sangat membutuhkan uang, ia bersikeras menolak menjual naskah tersebut kecuali jiak ia bisa menjadi bintangnya. Sang produser terus menaikkan tawarannya $80,000, $125,000, $250,000 sampai $325,000, tetapi si pemuda bersikeras tidak akan mau menjual naskah filmnya kecuali berperan menjadi tokoh utamanya. Ia berjanji akan bermain bagus.
            Akhirnya produser setuju dan menjadikan dia tokoh utama dalam film tersebut, namun hanya dengan bayaran $20,000 untuk naskah cerita ditambah $340 oer minggu sesuai minimal seorang actor. Setelah dipoting biaya-biaya, komisi, agen, dan pajak, ia hanya mendaptkan penghasilan bersih sebesar $6,000 bukannya $325,000
Apakah ini kisah pria tah tahu diri yang ingin menjadi bintang?

            Ini adalah kisah Sylvester Stallone atau bisaya dipanggil “Sly”.
            Sly sadar, setelah 1500 kali poenolakan, naskah film Rocky yang dibuatnya mungkin satu-satunya pintu gerbang untuk menjadi peran utama, karena itu ia tidak mau melepas peran Rocky untuk orang lain.
            Sekalipun ber-budget rendah US$1,000,000 dan dibintangi actor tidak terkenal itu, yaitu Stallone sendiri, film ini meledak dipasaran dan menghasilkan uang senilai US$200,000,000 atau 200 kali lipat.
            Dair film Rocky yang dibintangi nya ia dinominasikan meraih Academy Award Sebagai actor terbaik. Film tersebut memenangkan tiga Oscar untuk film terbaik, Sutrada Terbaik dan Skenario Film Terbaik.
            Setelah Rocky, kesuksesan terus mengiringinya selama beberapa decade ke depan. Ia kembali sukse menjadi icon action movie dalam karakter Ramboo. Pemuda keturunan Itali ini menjadi ikon machismo (kejantanan) dalam flilm action Hollywood.
            Ia menjadi actor pencetak box office  terbesar didunia sepanjang tahun 1970 sampai 1990. Serial Rocky (Rocky 1-5) dan Rambo (1-4) meraih hamper US$1 miliar, dan menjadikan Stallone seorang bintang film internasional termahal.

Hikmah:
            Apa yang dicapainya kini merupakan buah keteguhannya mempertahankan mimpi menjadi bintang film. 
            Seandainya ia merelakan naskah Rocky dibintangi oleh orang lain ia akan mendapatkan US$ 325,000 untuk naskahnya tapi ia kehilangan peluang, yang mungkin satu-satunya untung menjadi bintang utama.
            Tentang penolakan yang dialaminya ia berkata:
“I take rejection as someone blowing a bugle in my ear to wake up and get going, rather than retreat”
“saya anggap penolakan seperti orang meniupkan terompet di telinga utnuk membangunakan kita bukan untuk mundur”

JSumberJ Dari Buku “NO EXCUSE!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar